Militan

Militan
Pelopor Militan

Sabtu, 26 Agustus 2017

Siapa di balik Kedai kopi starbuks Indonesia

Belum hilang dalam ingatan kita beberapa waktu lalu ormas terbesar di Indonesia Muhamadiyah menyerukan boikot terhadap salah satu gerai kopi terbesar di dunia yaitu Starbucks. Aksi boikot tersebut bukan tanpa alasan. ya pemilik starbucks Howar mark schultz mendukung free sex atau sex bebas sesama jenis. Jelas ini sangat tidak sesuai dengan kepribadian bangsa manapun kecuali bangsa sodom pada jaman Nabi Luth.

Namun sedikit yang mengetahui siapa di balik starbucks indonesia. Starbuck indonesia sebetulnya masih berada di bawah sebuah perusahaan besar milik orang Indonesia Yang bernama PT. Sari coffe Indonesia. PT. sari coffe juga merupakan sebuah anak perusahaan di bawah naungan PT. Mitra Adi Perkasa. Banyak sekali anak perusahaan di bawah naungan PT.mitra adiperkasa salah satunya adalah pt. sari coffee. PT. sari coffee lah yang mengatur starbucks masuk ke Indonesia.

Di bawah komando Anthoni cottan starbuck masuk ke indonesia pada 2001. Akan tetapi itu semua tidak terlepas dari para bos besar PT. Mitra Adiperkasa. tbk. Berikut adalah orang-orang penting di PT. Mitra adiperkasa.


Artikel lainnya tentang Kopi: Manfaat kopi robusta hijau untuk kesehatan

Review film filosofi kopi 2


review filosofi kopi 2
Ide bisa datang dari apa saja, ide bisa datang dari hal-hal kecil dan sepele. Juga ide bisa datang dari secangkir kopi yang sedang kita minum. Film filosofi kopi dan filosofi kopi dua adalah sebuah film yang terinspirasi dari secangkir kopi. Berikut adalah review film filosofi kopi 2:

Film filosofi kopi dua yang di sutradarai oleh Angga dwimas S ini memang tidak terlepas dan sekuel pertamanya yaitu filosofi kopi. Namun pada filem filosofi kodi dua ini ada penambahan pemain dan tentunya cerita akan semakin rumit dan menguras emosi.

Masih bercerita tentang dua sahabat yang punya cita-cita memiliki usaha sebuah cafe di jakarta. Film ini mengalir begitu emosional. Semakin rumit saat Cicho jerico dan Rio dewanto berkelana keseluruh nusantara menawarkan dan memperkenalkan produk kopi terbaik Indonesia dalam pengembaraan mereka mereka bertemu dengan Luna maya sebagai seorang pengusaha dan Nadine alexandre sebagai seorang barista di sebuah cafe.

Dari sinilah kisah cinta segi empat yang rumit di mulai dan sesekali cukup menguras emosi penonton. Namun yang menarik dari Film ini bukan hanya actor dan actris serta hubungan cinta segi empat yang mereka jalani, Lokasi pengambilan atau shooting dari film ini juga sangat membuat penasaran para penonton.

Shooting film di ambil di lima lokasi yang berbeda di Indonesia antara lain Bali, Yogyakarta, Makasar dan tentunya Jakarta. Secara tidak langsung film ini mempromoasikan potensi-potensi wisata yang ada di daerah.

Jadi jika mennonton film ini anda juga akan dapat informasi tentang tempat-tempat terbaik di Indonesia yang layak anda kunjungi pada saat anda liburan.

Artikel berikutnya: Kopi giling vs kopi gunting