Militan

Militan
Pelopor Militan

Rabu, 25 Januari 2017

Takluknya Suraqoh dan robeknya keadilan di negeri ini

Saat mengetahui Rasulullah Muhammad dan Abu Bakar Asyidiq Lolos dari jeratan, jebakan dan fitnah para pengikut kaum kafir dan munafik juga saat tersiar kabar tentang para pemuda oportunis yang di tugaskan oleh bos mereka untuk memata-matai Rusulullah dan Abubakar di ketahui kekenyangan dan tertidur lelap saat Rasullah meninggalkan kota Mekah, Para kafir dan Munafiquun mengadakan meeting di sebuah tempat yang bernama Nadwah untuk mengetahui keberadaan  Rasullalah Muhamad serta sahabatnya Abu bakar asyidiq RA.

Singkat cerita Meeting para bos munafiquun dan kafir ini menghasilkan sebuah pengumuman: " BARANG SIAPA YANG BISA MENANGKAP DAN MENGHABISI MUHAMAD DAN ABU BAKAR MAKA AKAN DI BERIKAN JABATAN PENTING MINIMAL KETUA PARTAI ATAU JIKA KETUA PARTAI SUDAH HABIS QUOTANYA MAKA AKAN DI BUAT JABATAN BARU, SELAIN ITU BAGI YANG BISA MENANGKAP MUHAMMAD DAN ABU BAKAR AKAN DI BERI 100 ONTA BETINA". Mengetahui pengumuman tersebut seorang kafir qurais yang bernama Suraqoh mengajukan diri untuk menangkap Muhammad. " Akulah yang paling sanggup membawa Muhamad dan menyeretnya kedepan kalian. Jika ia membangkang maka dia akan aku tangkap dan jika dia melawan maka aku akan menebas lehernya dengan pedangku" demikian teriak suraqah dengan lantang dan penuh semangat.

Tidak berselang lama dengan menunggang kuda terbaiknya Suraqah melesat keluar dari kota Makkah dengan Tujuan mengejar Rasulallah Muhammad. Dengan ke ahliannya Suraqah berhasil melacak jejak rasulallah, dan memperpendek jarak dengan rasulalloh. Suraqqh semakin semangat saat mulai melihat Rasulalah sudah berada beberapa ratus meter di depannya.

Rasulallah dan Abu bakar pun mengetahui kedatangan Suraqah yang melesat bagai kilat dengan kuda tunggangannya. Abu bakar berkata " Ya Rasulallah kita telah berhasil di temukan oleh Suraqah, seorang pemuda quraisy yang sangat pemberani dan pintar menunggang kuda"  Rasulallah menjawab: " Wahai sahabatku Abu bakar jangan pernah khawatir, Karena sesungguhnya Allah selalu bersama kita".

Jarak Suraqah dengan Rusalallah hanya tinggal beberapa belaselas meter saja, lalu suraqah menghunus pedangnya dan berteriak kepada Rasulallah " Wahai Muhammad siapa kah yang bisa menghalangiku untuk membunuhmu pada hari ini". Rasulallah menjawab " Allah yang maha kuasa, maha tahu, maha mulia dan maha tunggalah yang akan menghalangimu wahai Suraqah"

Lalu Malaikat jibrilpun turun dan berkata kepada Rasulallah"  Wahai rasulallah, Bukankah Allah telah berfirman bahwa bumi ini akan menuruti perintahmu" lalu Rasulallah berkata " Wahai bumi ambillah Suraqah dan kudanya" saat itu juga tanah dan pasir yang di injak kuda suraqah seolah menjadi lumpur yang meneggelamkan kaki kuda suraqah sebatas lutut kaki kuda suraqah sampai kuda suraqah kesulitan untuk bergerak.  Begitu juga saat Suraqah turun dari kudanya diapun nyaris tenggelam terperosok kedalam bumi. " Muhammad tolonglah aku, aku bersumpah jika kau selamtkan aku, Aku tidak akan menyakitimu"

Rasulallah pun berdoa kepada Allah dan selamatlah Suraqah dari lumpur yang mengisapnya. Namun bukannya menepati janjinya Suraqah malah semakin membabi buta untuk menangkap rasulallah, Menurut sebagian riwayat, Suraqah terperosok sampai 8 kali. Yang kedelapan kalinya suraqah betul-betul bertobat dan kapok. " Muhammad aku punya harta berupa kambing dan unta ambilah semuanya untukmu, karena engkau telah menyelamatkan aku" Demikian kata Suraqah. Rasulpun menjawab " Sebagaimana engkau yang tidak suka sama agama Islam begitu juga aku, tidak menyukai harta dan binatang ternakmu."
" Lalu apa yang engkau inginkan wahai Muhammad" Tanya suraqah.
" Aku hanya ingin kau kembali ke Kaummu, dan tidak perlu mengganngu perjalanan kami"
" Wahai Muhammad, Agamamu kelak akan menjadi Rahmatan lil Alamiin dan akn menjadi besar di muka bumi, Dan berjanjilah jika kelak kemenangan selalu bersamamu, lindungilah aku dan keluargaku" kata suraqah.
Rasulallah lalu mengambil tempat air dan menggores nya dengan pedang lalu berkata kepada suraqah " Ini sebagai tanda kalau aku akan menepati janjiku"

Suraqahpun kembali kepada Abu jahal dan pemimpin qurais dan munafikun lainnya. Tentu dengan membawa kesan yang berbeda tentang Muhammad Utusan Allah.

Apa yang kita bisa ambil dari kisah ini, Yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah agar kita selalu mempunya harapan. Ya harapan supaya orang-orang yang membenci Ulama dan agama islam saat ini  bisa seperti Suraqah Amiin.

Jumat, 20 Januari 2017

Era baru Muallimin


Tanggal 19 januari Militan berkunjung ke madrasah muallimin Muhammadiyah Niat hati hanya ingin shalat ashar, tanpa di sengaja militan bertemu dengan seluruh direktur Muallimin dan jajaran pimpinan. Dalam pertemuan yang tidak di rencanakan tersebut terungkap tentang madrasah ini. Sangat mengejutkan memang Bahwa para pimpinan ini belum setahun menjalankan amanahnya namun perubahan bisa di lihat di sana-sini. Ustad Muhammad Alfian Dja`far (direktur III) mengajak saya keruangan pribadinya saya sangat terkejut melihat penataan ruangan yang cukup  rapi layaknya sebuah ruang sidang di gedung anggota dewan perwakilan rakyat yang terhormat.

Ustadz Muh. Alfian menjelaskan kepada saya tentang kreatifitas para siswa yang begitu tinggi, mengakibatkan kritik-kritik pedas yang di arahkan kepada pihak madrasah semakin memiliki nilai yang tinggi, yang tentunya tidak bisa di anggap sebelah mata oleh madrasah karena kritik pedas para siswa tersebut adalah sebuah kritik yang membangun.

Kebebasan berfikir dan berkreasi para siswa  ini sepertinya sedang di bangun oleh madrasah tentu ini bertujuan agar kelak di kemudian hari para anak panah ini semakin cerdas tidak jumud dan bijaksana dalam mengembangkan dakwah. Bayangkan saja dalam sebuah kritiknya mereka membuat Film pendek yang di posting di youtube.com yang tentunya ini bisa di tonton oleh jutaan pemirsa di dunia.

Sepertinya PP.  Muhammadiyah tidak keliru dalam memilih team yang tepat dalam mengelola madrasah ini. Kekompakan dan kemajuan berpikir para direktur ini bisa kita baca di banyak kebijakan dan perubahan fisik madrasah. Berbicara lebih lanjut Ustadz Moh Alfian mengatakan bahwa saat ini Unsur pimpinan sedang di pusingkan dengan membludaknya calon-calon siswa baru. Untuk pendaftaran calon siswa baru gelombang pertama tahun ajaran ini tercatat sudah 350 calon siswa mendaftar. Jumlah itu sama dengan jumlah pendaftaran gelombang pertama dan kedua tahun sebelumnya. Di perkirakan akan ada sekitar 500-600 ratus calon santri yang akan mendaftar tahun ini. Kenapa tidak semua di terima saja ustadz? tanya militan, Ustadz alfian pun tertawa, dan "berkata kita tidak bisa menampung siswa sebanyak itu"

Sedang asyik berbincang dengan ustadz alfian tiba-tiba pimpinan yang lain berdatangan dan menyalami saya (Ustadz Dr. Lailan Arqom, Ustadz Aly Aulya Lc. dan Ustadz Nayif Fairuza) suasana menjadi ramai seperti sebuah reuni kecil. Sepertinya ustadz-ustadz ini berharap saya bersikap biasa saja dan menganggap mereka adik kelas saya, namun saya mencoba memposisikan situasi yang sebenarnya di mana mereka adalah Pimpinan tertinggi di madrasah muallimin yang harus saya Hormati.

Pembicaraan berlanjut ke masalah pengembangan madarasah dimana madrasah berharap saya ikut serta dalam pengembangan tersebut tentu dalam bidang yang saya tekuni. Madarasa dalam waktu yang mendesak ini memerlukan pengembangan salah satunya adalah backup power atau tenaga listrik jika sewaktu-waktu Listrik PLN ada gangguan atau pemadaman. Saya di minta untuk merumuskan seberapa besar daya yang di butuhkan muallimin untuk back power.

Pembicaraan berakhir karena rupanya unsur Pimpinan ini hendak mengadakan rapat mengenai kurikulum madarasah, sebetulnya rapat tersebut tertunda sekitar 1 jam karena kedatangan saya.