Militan

Militan
Pelopor Militan

Jumat, 17 Juli 2015

Pernyataan sikap yang mengejutkan dari ketua umum KABAMMMA, Dr. Khoerudin Bashori.

Seolah tidak peduli atau memang tidak peduli sama sekali dengan hingar bingar muktamar dan derasnya dukungan dan simpati kepada nya. Dr. Khoerudin Bashori justru membuat sebuah pernyataan yang mungkin tidak ada kaitannya dengan semangat Muktamar Muhammadiyah di Makasar. Berikut pernyataan sikap Dr. Khoerudin Bashori sebagai ketua umum KABAMMMA, yang di terima meja redaksi MILITAN:

Pernyataan sikap KABAMMMA (Keluarga besar abieturen madrasah muallimin-muallimat muhamadiyah Yogyakarta. 

Di tengah keterpurukan Bangsa yang nyaris sempurna dengan ditandai merajalelanya korupsi, meningkatnya kriminalitas, tidak adanya kepastian hukum yang memihak pada rakyat kecil, dan kurangnya ketegasan sikap yang diambil oleh para petinggi bangsa, maka kami dari keluarga besar alumni madrasah mualimin muallimat muhamadiyah Yogyakarta Menyatakan Sikap:

  • Mendukung langkah yang diambil oleh Buya Syafi'i Maarif, bukan hanya karena merupakan alumni terbaik madrasah ini, melainkan sebagai guru bangsa untuk tetap konsisten menyuarakan amar ma'ruf nahi munkar terhadap dinamika kemasyarakatan dan kebangsaan, yang terjadi di bangsa ini.
  • Mendukung langkah-langkah yang diambil oleh KPK dan KY untuk selalu konsisten melakukan upaya-upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.
  • Mendesak POLRI untuk menghentikan berbagai tindakan yang tidak konstruktif bagi upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.
  • Mendorong president untuk menggunakan  segala kewenangan yang di miliki sebagai panglima tertinggi untuk kembali menata POLRI dan melakukan pendisiplinan terhadap oknum yang nyata-nyata melakukan insubordinasi terhadap arahan dan kebijakan presiden.
  • Mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengwal agenda reformasi khususnya dalam penegakan hukum sehingga mampu menghadirkan rasa keadilan yang telah lama hilang di tengah masyarakat.
Yogyakarta 15 Juli 2015

Khoerudin Bashori
Ketua KABAMMMA


Di satu sisi pernyataan ini sudah sesuai dengan garis besar militan ,,,namun di sisi yang berbeda pernyataan ini merupakan blunder dan langkah mundur KABAMMMA, Alih-alih mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat untuk membawa Dr. Khaerudin Bashori sebagai Ketua PP muhamadiyah, Justru ini akan menjauhkannya dari bursa pencalonan ketua umum PP Muhamadiyah dan telah membawa KABAMMMA keranah politik praktis dengan memposisikan KABAMMMA side by side dengan institusi negara.



Senin, 13 Juli 2015

Mengukur kekuatan alumni di Muktamar Muhamadiyah Makasar

Setelah di rilisnya 82 nama tokoh muhammadiyah pada 11 juli kemarin, maka genderang perang mulai di tabuh. Aroma persaingan dan rivalitas mulai menyengat. Masing-masing kubu mulai pasang kuda-kuda. Dari sekian nama bakal calon terselip sebuah nama yang tidak asing lagi bagi kalangan sekolah kader Muallimin-Muallimat, ya itu Dr. Khoirudin Bashori (kak Irud).

 Dari sisi person Dr. Khairuddin Bashori kalah mentereng dibandingkan dengan kandidat lain Busyro Muqoddas, mantan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi; Prof Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang; Yunahar Ilyas, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah; Prof Zamroni, Bendahara Umum Muhammadiyah; Agung Danarto, Sekretaris Umum Muhammadiyah; Sukriyanto A.R., Ketua PP Muhammadiyah; dan Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah.

Mungkin yang paling menonjol adalah karena Dr. Khoiruddin Bashori pernah memimpin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, itupun di tandai dengan adanya kasus-kasus kontroversi. Walaupun bisa lolos dari kasus tersebut, tetap saja Muhammadiyah menganggap itu sebagai aib yang tidak bisa di maafkan. Namun langkah tepat dengan mengundurkan diri se 
bagai orang nomer satu di UMY mampu mengangkat namanya sebagai tokoh demokratis sejati di Indonesia.

Lalu habiskah peluang kakak kelas dan ustadz kita tercinta ini? Tentu belum habis. Peluang datang dari kita, dari sesama alumni. Jika alumni mualimin dan muallimat banyak berkiprah di persyarikatan, mulai dari ranting sampai wilayah maka peluang itu akan terbuka lebar. Di luar itu organisasi alumni seperti KABAMMMA harus menjadi "bahan bakar" untuk membawa Dr. Khoirudin Bashori ke Orbit.