Militan

Militan
Pelopor Militan

Rabu, 30 Januari 2013

Hikmah malam: Orang merokok tidak boleh shalat jamaah di masjid


Nabi saw bersabda,

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ - فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ .
"Barangsiapa yg makan bawang merah, bawang putih, n daun bawang; jangan skali2 dia mendekati masjid kami, karena malaikat tersakiti dari apa2 yg bisa menyakiti manusia.” [Hr. muslim dari jabir]

Ibnu hajar berkata,
وَقَدْ أَلْحَقَ بِهَا الْفُقَهَاء مَا فِي مَعْنَاهَا مِنْ الْبُقُول الْكَرِيهَة الرَّائِحَة كَالْفُجْلِ ، ... وَأَلْحَقَ بِهِ بَعْض الشَّافِعِيَّة الشَّدِيد الْبَخْر وَمَنْ بِهِ جِرَاحَة تَفُوح رَائِحَتُهَا .
“Dlm hal ini, para fuqoha menyertakan apa pun yg masuk dlm maknanya dari sayur2an yg baunya tdk enak, spt lobak. … Sementara itu sbagian ulama madzhab syafi’i memasukkan asap2n yg menyengat baunya n orang yg punya luka baunya menusuk hidung." [fathul bari]



*Waktu itu mngkn blm ada rokok. Bisa jadi yg dimaksud dg asap2an yg menyengat baunya adlh semacam rokok skrg, ato bisa juga semacam syisyah kalo di mesir.*

Kata imam an-nawawi,
قَالَ الْعُلَمَاء : وَيَلْحَق بِالثَّوْمِ وَالْبَصَل وَالْكُرَّاث كُلّ مَا لَهُ رَائِحَة كَرِيهَة مِنْ الْمَأْكُولَات وَغَيْرهَا
"Para ulama mengatakan; disertakan bersama bawang putih, bawang merah, n daun bawang; semua makanan yg baunya menyengat n jg selain makanan." [syarh shahih muslim]

An-nawawi menukil perkataan al-qadhi iyadh,
وَقَاسَ الْعُلَمَاء عَلَى هَذَا مَجَامِع الصَّلَاة غَيْر الْمَسْجِد ، كَمُصَلَّى الْعِيد وَالْجَنَائِز وَنَحْوهَا مِنْ مَجَامِع الْعِبَادَات ، وَكَذَا مَجَامِع الْعِلْم وَالذِّكْر وَالْوَلَائِم وَنَحْوهَا ، وَلَا يَلْتَحِق بِهَا الْأَسْوَاق وَنَحْوهَا .
"Para ulama menganalogikan masalah ini dg semua tempat shalat selain masjid, seperti tempat shalat ied, shalat jenazah, n tempat2 ibadah lainnya. Bgitu pula dg majlis taklim, majlis dzikir, walimah, dsb., tp tdk termasuk pasar n yg semacamnya." [ibid]

Dlm al-mausu'ah al-fiqhiyah disebutkan,
وَهَذَا الْحُكْمُ فِيمَنْ أَرَادَ الذَّهَابَ إِلَى الْمَسْجِدِ ، أَمَّا مَنْ لَمْ يُرِدِ الذَّهَابَ لِلْمَسْجِدِ فَصَرَّحَ الْفُقَهَاءُ أَيْضًا بِكَرَاهِيَةِ أَكْلِهِ إِلاَّ لِمَنْ قَدَرَ عَلَى إِزَالَةِ رِيحِهَا .
"Hukum ini berlaku bagi orang yg hendak pergi ke masjid. Adapun org yg gak ingin ke masjid, maka para fuqoha dg tegas juga mengatakan tetap makruh memakannya, kecuali bagi org yg sanggup menghilangkan baunya."

*kesimpulan saya: para ulama sepakat bahwa orang merokok, orang makan jengkol, n orang makan pete tidak boleh ikut shalat jamaah di masjid. Bahkan mereka tdk boleh menyuruh orang shalat.* :-)


Oleh: Ustadz Abduh Dzulfidar Akaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar