Militan

Militan
Pelopor Militan

Senin, 13 Juli 2015

Mengukur kekuatan alumni di Muktamar Muhamadiyah Makasar

Setelah di rilisnya 82 nama tokoh muhammadiyah pada 11 juli kemarin, maka genderang perang mulai di tabuh. Aroma persaingan dan rivalitas mulai menyengat. Masing-masing kubu mulai pasang kuda-kuda. Dari sekian nama bakal calon terselip sebuah nama yang tidak asing lagi bagi kalangan sekolah kader Muallimin-Muallimat, ya itu Dr. Khoirudin Bashori (kak Irud).

 Dari sisi person Dr. Khairuddin Bashori kalah mentereng dibandingkan dengan kandidat lain Busyro Muqoddas, mantan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi; Prof Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang; Yunahar Ilyas, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah; Prof Zamroni, Bendahara Umum Muhammadiyah; Agung Danarto, Sekretaris Umum Muhammadiyah; Sukriyanto A.R., Ketua PP Muhammadiyah; dan Abdul Mu’ti, Sekretaris PP Muhammadiyah.

Mungkin yang paling menonjol adalah karena Dr. Khoiruddin Bashori pernah memimpin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, itupun di tandai dengan adanya kasus-kasus kontroversi. Walaupun bisa lolos dari kasus tersebut, tetap saja Muhammadiyah menganggap itu sebagai aib yang tidak bisa di maafkan. Namun langkah tepat dengan mengundurkan diri se 
bagai orang nomer satu di UMY mampu mengangkat namanya sebagai tokoh demokratis sejati di Indonesia.

Lalu habiskah peluang kakak kelas dan ustadz kita tercinta ini? Tentu belum habis. Peluang datang dari kita, dari sesama alumni. Jika alumni mualimin dan muallimat banyak berkiprah di persyarikatan, mulai dari ranting sampai wilayah maka peluang itu akan terbuka lebar. Di luar itu organisasi alumni seperti KABAMMMA harus menjadi "bahan bakar" untuk membawa Dr. Khoirudin Bashori ke Orbit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar