Militan

Militan
Pelopor Militan

Jumat, 01 Februari 2013

Be The Best, Why Not?

Oleh Muhsin Hariyanto



Dua hari terakhir, saya baca berita di media massa kurang baik dampak psikologisnya untuk generasi muda kita. Apalagi kalau kasus ‘dugaan’ penggunaan narkoba dan korupsi oleh orang ‘yang terkenal’ yang sementara ini menjadi idola banyak orang (utamanya anak-anak muda yang rindu untuk menjadi seperti ‘Sang Idola’ dan pemimpin masa depan). Entah benar atau tidak berita itu, tetapi ‘berita’ itu sudah sedemikian rupa meresahkan banyak pihak. Termasuk saya, yang kebetulan menjadi bapak dari anak-anak saya, dan juga sedang berkhidmat di dunia dakwah.

Bahkan saya sempat bertanya berkali-kali pada diri saya sendiri, kenapa ‘energi’ bangsa ini ‘sering habis’ untuk mencari solusi atas permasalahan yang terus-menerus menimpa dirinya: “dekadensi moral”. 


Dan, yang juga tak kalah penting: “jangan remehkan peran dan pengaruh media, baik cetak dan elektronik”. Banyak opini publik yang ‘terbangun kokoh’ karenanya! Nggak perlu menunggu proses di pengadilan. Begitu media sudah mem-‘blow-up’, banyak orang yang tiba-tiba bisa memerankan diri menjadi ‘hakim’. Kita – tiba-tiba – bisa bihakimi oleh media dan opini publik!
Saya mohon kepada semua pihak: “Jangan marah ketika membaca tulisan saya. Karena tulisan ini murni saya tulis berdasarkan ‘apa yang ada di lubuk hatinyang terdalam’. Saya – dengan tulisan ini -- tidak sedikit pun punya keinginan untuk berpihak atau menyerang siapa pun. Semuanya saya lakukan sekadar untuk ‘bermuhasabah’.

Mari kita segeraa berbenah diri dengan prinsip: “ibda’ bi nafsik”.
Secara lugas saya ingin berteriak: “Berbenahlah para ‘elit’ bangsa”, untuk semakin berhati-hati dalam melangkah. Karena ‘anda’ adalah panutan banyak orang, agar energi yang kita miliki bisa kita salurkan dengan baik pada hal-hal yang lebih penting.

Malu kalau sampai Allah menegur diri kita dengan teguran ‘keras’, jika ‘anda’ tidak berhati-hati dalam melangkah. Karena setiap langkah ‘anda’ selama ini telah membuat banyak orang lain tersakiti, malu jika ‘anda’ menjadi penyebab repotnya para orang tua yang harus selalu menjaga anak-anaknya agar tak ‘ikut-serta’ dalam pusaran kehidupan yang tak sepantasnya terjadi.

Saya, yang kebetulan juga sebagai bapak dari anak-anak saya, di samping sebagai seorang mubaligh, senantiasa berdoa: “Ya Allah, berikan anugerah terindah bagi negeri tercinta ini dengan ‘hadirnya’ para pemimpin yang bisa menjadi uswah hasanah”.

Marilah kita segera berbenah diri menjadi ‘Yang Terbaik’, dengan semangat Fastabiqûl Khairât. Dan jangan pernah berputus asa untuk terus berbenah diri, kapan pun dan di mana pun, tanpa harus menunggu peringatan dari Allah! 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar