Militan

Militan
Pelopor Militan

Jumat, 01 Februari 2013

Ketika 'Iblis' Menjadi Tak Berdaya


oleh: Muhsin Hariyanto


Iblis tak akan pernah berputus asa untuk senantiasa menggoda umat manusia. Tujuannya satu: "menjadikan manusia tersesat dari jalan Allah'. Tetapi dia (Iblis) tak akan perbah mampu menggoda hamba-hamba Allah yang telah memiliki kararakter mukhlashin. Siapakah mereka? Merekalah yang telah 'ikhlassh' beribadah untuk dan karena Allah semata.


Kata ikhlash berasal dari kata khalasha, yang bermakna 'murni'. dari kata itu muncullah kata akhlasha, yang bermakna 'memurnikan'. Dari kata ikhlash. lahir kata ‘al-mukhlash’, jamaknya ‘al-mukhlashin’ berarti orang yang mencapai puncak keikhlasan sehingga bukan dirinya lagi yang yang berusaha menjadi orang ikhlas (mukhlishin, jama' dari kata mukhlish), tetapi Allah SWT yang proaktif untuk memberikan keikhlasan. Al-Mukhlishin masih sadar kalau dirinya berada pada posisi ikhlas, sedangkan al-mukhlashin sudah tidak sadar kalau dirinya sedang berada dalam posisi ikhlas. Keikhlasan sudah merupakan bagian dari habit (kebiasaan) dan kehidupan sehari-harinya.

Jika seseorang telah memiliki keikhlasan yang kadarnya masih dalam batas al-mukhlish (jamak: al-mukhlishin), seseorang itu masih riskan dan rentan untuk diganggu dengan berbagai provokasi iblis, karena dirinya masih menyadari bahwa dirinya berbuat ikhlas. Sedangkan, kepada al-mukhlash (jamak: al-mukhlashin), Iblis sudah 'menyerah' dan tidak bisa lagi akan berhasil mengganggunya karena orang yang sudah memeiliki kepridian al-mukhlash (dirtinya) sudah benar-benar langsung di-back-up oleh Allah SWT. Berbagai firman Allah SWT menyebutkan bahwa orang-orang yang sudah sampai di maqam al-mukhlashin menjadikan setiap upaya iblis sudah tidak mempan lagi. 

Ayat-ayat tersebut, antara lain:
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ . إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
"Iblis pun berkata: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang telah berkwepribadian mukhlashin di antara mereka [Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah SWT]. (QS Shad, 38: 82-83)

Ternyata, Iblis pun (bisa) berputus asa, menyerah pasrah untuk melakukan aktivitasnya sebagai 'penggoda', karena berhadapan dengan lawan yang tak pernah bisa dilawan. Mereka (lawan Iblis yang tak pernah bisa dilawan) adalah: "al-Mukhlashin". 

Mari kita berbenah diri untuk menjadi '"al-Mukhlashin", agar Iblis tak lagi 'berdaya' (powerful), dan benar-benar menjadi 'tak berdaya' (powerless). Dan kini saatnya 'kita' menjadi pemenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar